Di kalangan masyarakat banyak ynag mempercayai telur sebagai
pemicu tingginya kadar kolesterol dalam tubuh. Begitu juga dengan gula dan
garam yang diyakini akan menyebabkan penyakit diabetes. Apa boleh buat? Patut disayangkan
bahwa berkembangnya gaya hidup sehat, entah mengapa justru banyak memunculkan
pendapat yang salah kaprah seputar makanan.
Apapun alasannya, kesalahpahaman eputar nutrisi makanan perlu
diluruskan. Beberapa peneliti nutrisi terkemuka, koki dan ilmuwan makanan telah
melakukan penelitian intensif terhadap bahan makanan yang diberitakan tidak
baik untuk kesehatan. Dan, berikut adalah hasil penelitiannya....
Makan
gula tidak baik untuk kesehatan
Gula adalah penyebab penyakit diabetes dan obesitas jika
dikonsumsi secara berlebihan. Bahan makanan yang digunakan sebagai pemanis
makanan dan minuman ini pada umumnya dihindari oleh orang yang berdiet.
Padahal, konsumsi gula sebenarnya berguna untuk membantu proses metabolisme
tubuh. Tiap 1 gram gula mengandung 4 kalori. Jadi sebenarnya, gula biasa tidak
sejahat yang digembar-gemborkan oleh iklan produsen guka rendah kalori.
Makan
telur meningkatkan kolesterol
Orang yang berdiet rendah kolesterol sangat menghindari
makanan yang satu ini. Apa boleh buat? Telur memang diketahui mengandung lemak
jenuh sekitar 1,5 gram per butir. Dan lemaknya akan bertambah jika telur
didadar/diceplok dengan mentega. Padahal sebenarnya, jumalh kolesterol pada
telur tidak serta merta mempengaruhi kadar kolesterol dalam darah. Orang yang
sedang berdiet rendah kolesterolpun sesungguhnya tetap dapat mengkonsumsinya
asalkan caranya benar. Oleh sebab itu tak perlu phobia telur. Apalagi telur
adalah lauk yang praktis dan flesibel, bisa dimakan pagi, siang atau sore.
Konsumsi
garam meningkatkan kadar natrium
Jumlah natrium yang diserap tubuh dari makanan sangat kecil.
Dan natrium yang banyak terdapat pada garam berguna untuk mempercepat proses
memasak tanpa mengurangi kandungan nutrisi makanan. Seorang ahli nutrisi
merekomendarikan penggunaan garam 1 sendok teh per 250 ml air. Nah lhoh, jadi
tidak bijaksana kalau menghindari garam sama sekali. Bersikap sewajarnya saja,
yakni tetap mengkonsumsi garam bernatrium dalam takaran yang proporsional
Makanan
organik lebih bergizi
Selama ini banyak yang percaya bahwa makanan organik lebih
baik untuk kesehatan karena proses penanamannya yang tanpa peptisida. Padahal
para peneliti di London School of Higiene & Tropical Medicine menyatakan
bahwa tidak ada perbedaan yang sidnifikan antara nutris makanan organik dan
makanan nonorganik. Tetapi memang makanan organik lebih bebas dari pestisida.
Nah apakah anda orang yang fanatik terhadap makanan organik? Coba pikirkan
ulang kefanatikan anda.
Demikian mitos yang sering berkembang dimasyarakat, yang
sebenarnya mitos tersebut keliru dan harus kita pikirkan ulang apabila kita
mempercayai mitos tersebut.
0 komentar:
Posting Komentar