Jumat, 16 November 2012

0 MITOS YANG KELIRU SEPUTAR NUTRISI MAKANAN


Di kalangan masyarakat banyak ynag mempercayai telur sebagai pemicu tingginya kadar kolesterol dalam tubuh. Begitu juga dengan gula dan garam yang diyakini akan menyebabkan penyakit diabetes. Apa boleh buat? Patut disayangkan bahwa berkembangnya gaya hidup sehat, entah mengapa justru banyak memunculkan pendapat yang salah kaprah seputar makanan.
Apapun alasannya, kesalahpahaman eputar nutrisi makanan perlu diluruskan. Beberapa peneliti nutrisi terkemuka, koki dan ilmuwan makanan telah melakukan penelitian intensif terhadap bahan makanan yang diberitakan tidak baik untuk kesehatan. Dan, berikut adalah hasil penelitiannya....

Makan gula tidak baik untuk kesehatan

Gula adalah penyebab penyakit diabetes dan obesitas jika dikonsumsi secara berlebihan. Bahan makanan yang digunakan sebagai pemanis makanan dan minuman ini pada umumnya dihindari oleh orang yang berdiet. Padahal, konsumsi gula sebenarnya berguna untuk membantu proses metabolisme tubuh. Tiap 1 gram gula mengandung 4 kalori. Jadi sebenarnya, gula biasa tidak sejahat yang digembar-gemborkan oleh iklan produsen guka rendah kalori.

Makan telur meningkatkan kolesterol

Orang yang berdiet rendah kolesterol sangat menghindari makanan yang satu ini. Apa boleh buat? Telur memang diketahui mengandung lemak jenuh sekitar 1,5 gram per butir. Dan lemaknya akan bertambah jika telur didadar/diceplok dengan mentega. Padahal sebenarnya, jumalh kolesterol pada telur tidak serta merta mempengaruhi kadar kolesterol dalam darah. Orang yang sedang berdiet rendah kolesterolpun sesungguhnya tetap dapat mengkonsumsinya asalkan caranya benar. Oleh sebab itu tak perlu phobia telur. Apalagi telur adalah lauk yang praktis dan flesibel, bisa dimakan pagi, siang atau sore.

Konsumsi garam meningkatkan kadar natrium

Jumlah natrium yang diserap tubuh dari makanan sangat kecil. Dan natrium yang banyak terdapat pada garam berguna untuk mempercepat proses memasak tanpa mengurangi kandungan nutrisi makanan. Seorang ahli nutrisi merekomendarikan penggunaan garam 1 sendok teh per 250 ml air. Nah lhoh, jadi tidak bijaksana kalau menghindari garam sama sekali. Bersikap sewajarnya saja, yakni tetap mengkonsumsi garam bernatrium dalam takaran yang proporsional

Makanan organik lebih bergizi

Selama ini banyak yang percaya bahwa makanan organik lebih baik untuk kesehatan karena proses penanamannya yang tanpa peptisida. Padahal para peneliti di London School of Higiene & Tropical Medicine menyatakan bahwa tidak ada perbedaan yang sidnifikan antara nutris makanan organik dan makanan nonorganik. Tetapi memang makanan organik lebih bebas dari pestisida. Nah apakah anda orang yang fanatik terhadap makanan organik? Coba pikirkan ulang kefanatikan anda.

Demikian mitos yang sering berkembang dimasyarakat, yang sebenarnya mitos tersebut keliru dan harus kita pikirkan ulang apabila kita mempercayai mitos tersebut.

0 komentar:

Posting Komentar

 

NUTRISI SEHAT Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates