Rabu, 14 November 2012

0 ANEMIA SAAT HAMIL MUNGKINKAH ANCAMAN BAGI IBU DAN JANIN?


Masa hamil adalah masa yang menyenangkan bagi pasangan pasutri yang mendambakan keturunan. Sehingga akan melakukan apa saja untuk mempertahankan kehamilannya. Salah satu ancaman bagi ibu hamil adalah anemia. Mengapa anemia menjadi ancaman?  Karena anemia dapat mempengaruhi perkembangan janin dan keselamatan sang ibu. Untuk itu wanita harus hati-hati saat hamil, agar tidak tidak mengalami anemia. Pola makan yang sehat adalah kunci utama menghindari serangan anemia.

Penyakit anemia taua yang sering dikenal dengan sebutan kurang darah adalah kondisi dimana seseorang tidak mempunyai volume darah merah sehat dengan kadar hemoglobin yang cukup untuk dialirkan keseluruh jaringan dan organ tubuh. WHO sendiri menetapkan HB 11 gr sebagai dasarnya. Artinya seseorang didapati Hb dibawah 11 gr, maka dikatakan ia menderita anemia. Anemia biasanya disertai gejala lesu, kurang semangat dan sering berasa pusing.

Kekurangan volume darah sehat ini dapat menimbulkan gangguan kesehatan seperti diatas yaitu lesu, konsentrasi terganggu, mudah lelah dan sering pusing. Bagi ibu hamil, kondisi ini dapat berpengaruh pada perkembangan janin dan kesehatan ibu. Anemia pada kehamilan bukan masalah yang sepele. Penyakit ini dapat menimbulkan permasalahan pada janin dan ibu yang mengandung.

Ada beberapa jenis anemia yang sering dijumpai yaitu  : anemia aplastic, anemia defisiensi besi, anemia karena pendarahan, anemia defisiensi B12 dan asam folat serta anemia hemolitik. Namun, kasus yang sering dijumpai adalah anemia karena defisiensi. Hal ini terjadi karena masih banyak ibi-ibu hamil yang kurang peduli dengan asupan gizi yang mereka konsumsi.

Jika dibiarkan, anemia dapat berefek buruk bagi janin. Diantaranya adalah bayi lahir prematur, bayi dengan berat lahir yang rendah, bayi anenia dan resiko kematian yang tinggi saat dilahirkan. Sementara pada ibu, anemia juga menjadi penyebab pendarahan saat melahirkan yang dapat berakibat kematian.

Untuk mencegah anemia tersebut, selain dengan mengkonsumsi kebutuhan zat besi sebesar 27 mg perhari, ibu hamil juga harus disiplin menerapkan pola makan yang seimbang dan memastikan asupan nutrisi tercukupi. Karbohidrat, protein, dan lemak juga harus terpenuhi, juga zat-zat mineral dan vitamin lain yang dibutuhkan.

Tak kalah penting ibu hamil juga harus mengkonsumsi air putih yang cukup. Setidaknya air putih ini membantu dalam perubahan tubuh secara psikologis, dari efek samping dan rasa tidak nyaman selama masa kehamilan serta memperlancar aliran nutrisi ke janin.

Untuk menutup ulasan ini saya menyarankan agar ibu hamil senantiasa melakukan kontrol rutin kedokter anda agar kondisi janin dan ibu senantiasa dapat terpantau dengan baik. Dan diharapkan akan senantiasa sehat selama kehamilan dan dalam persalinan. Anda juga bisa membaca nutrisi yang baikbagi ibu hamil.

0 komentar:

Posting Komentar

 

NUTRISI SEHAT Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates